Jumat, 16 Oktober 2009

Forum Diskusi Katolik: Byzantine Catholic Forum

Ada banyak forum diskusi Katolik di internet dan kali ini saya ingin memperkenalkan forum yang secara rutin saya baca belakangan ini yaitu Forum Diskusi Byzantine Katolik.

Silakan melihat-lihat di
Byzantine Catholic Forum (klik)

Forum ini memiliki banyak sub-forum, dan sebagai orang Katolik Latin, sub-forum yang paling saya gemari dan sering saya kunjungi adalah sub-forum East-n-West (klik) yang membahas hubungan antara ritus Latin dan ritus-ritus Timur. Sebagai orang Katolik Latin saya menerima banyak informasi yang berharga seputar teologi, liturgi dan spiritualitas Timur. Kesimpulannya adalah forum ini sangat membantu saya untuk memahami ke-katolik-an yang sebenarnya dimana menjadi Katolik berarti menerima seluruh ajaran Kristus sesuai yang diajarkan oleh Para Rasul.

Harap jangan mengelirukan saudara-saudara Katolik Timur ini dengan saudara-saudara Ortodoks Timur. Katolik Timur adalah bagian dari Gereja Katolik, bersatu dengan Paus yang adalah pengganti Rasul Petrus sebagaimana semua Rasul lainnya bersatu dengan Rasul Petrus. Memang dalam hal tradisi (kebiasaan) mereka lebih dekat dengan Gereja-gereja Ortodoks Timur, perbedaannya hanya satu namun mendasar yaitu Gereja-gereja Katolik Timur berada dalam persatuan dengan Uskup Roma.

Catatan lain yang perlu disampaikan adalah, walaupun namanya Byzantine dan memang nuansa Byzantine lebih kental di forum ini, namun forum ini tidaklah semata-mata menampilkan tradisi Byzantine. Ada beberapa member aktif, dan diantaranya banyak yang sungguh berpengetahuan berasal dari tradisi-tradisi Timur non-Byzantine salah satunya adalah member mardukm yang berasal dari tradisi Koptik.

Bagi kita, dan saya, yang adalah orang Latin membaca forum ini juga efektif untuk membantu saya menghargai tradisi (kebiasaan) Latin sendiri. Akhirnya tradisi Latin dan tradisi-tradisi Timur ini, semuanya merupakan ungkapan otentik dari Tradisi (T besar) yaitu ajaran yang berasal dari Tuhan Yesus sendiri ( 2Tes 2:15; Yud 3). Dan tentu saja kita akan mendapatkan banyak bantuan untuk meneguhkan iman akan Kristus dan Gereja-Nya dan untuk menghayatinya lebih baik dan lebih setia.

Untuk info lebih jauh tentang Gereja-gereja Timur Anda bisa membaca artikel di blog ini yang merupakan terjemahan dari atikel Colin B. Donovan, STL yang berjudul Ritus dan Gereja-gereja Otonom (Sui-iuris). Saya kira artikel ini cukup bagus dan lengkap sebagai pemahaman awal mengenal saudara-saudara Timur kita.

Surat Dari Biara St. Maron Kepada Paus Hormisdas

Pada tahun 517 AD, sejumlah besar biarawan meninggalkan biara St. Maron, dan pergi ke Biara St. Simon sang Stylite murid St. Maron dekat Alepo. Dalam perjalanan menuju biara itu mereka diangkap oleh sejumlah tentara pendukung bidaah ‘satu kodrat’ Kristus. Tiga ratus lima puluh biarawan dibunuh. Hanya sedikit yang selamat dan terluka dan berhasil melarikan diri. Kemudian Alexander pemimpin biara St. Maron dan pemimpin biara-biara di sekitarnya menulis kepada Paus Hormisdas dan memberitakan kepada Paus mengenai pembantaian oleh kaum Monofisit ini. Mereka juga mengatakan bahwa banyak biara dibakar dan meyakinkan Paus bahwa para biarawan tetap setia kepada Gereja Katolik dan tidak takut menderita kematian karena iman mereka. Surat Alexander ini sedikit banyak menunjukkan kepada otoritas yang dimiliki Paus dalam Gereja-gereja Timur, di masa ketika Gereja Antiokhia sedang berada dalam krisis besar otoritas Paus sebagai Patriarkh Gereja Universal nampak semakin jelas. Para biarawan dari St. Maron inilah yang kemudian berkembang menjadi suatu tradisi tersendiri yang kita kenal sebagai Gereja Maronite, satu-satunya Gereja Timur yang tidak memiliki badan Ortodoks yang terpisah dari Roma.

Kepada Yang Tersuci dengan kekudusan yang mendalam, Hormisdas, Patriarkh Universal, yang duduk di Tahta Petrus, Pangeran Para Rasul. Kami menyampaikan permintaan penuh doa dari hamba yang hina pemimpin biara-biara di wilayah Syria II dan semua biarawannya.

Karena rahmat Kristus, Penyelamat kita, mendorong kami berlari kepadamu Yang Terberkati [sapaan khas Gereja-gereja Timur kepada seorang Uskup], seperti orang yang berlindung dari hujan badai di pelabuhan yang aman, kami percaya, bahwa engkau adalah perlindungan kami, walaupun kami menderita kesusahan yang teramat berat, kami menanggungnya dengan sukacita, karena kami percaya, bahwa penderitaan dunia ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemuliaan abadi yang akan disingkapkan bagi kami.

Karena Kristus, Allah kita, telah menetapkan engkau sebagai Pemimpin dan Gembala dan Tabib bagi jiwa-jiwa, adalah tugas kami untuk menyampaikan kepadamu penganiayaan yang telah kami derita, agar engkau menyadari bahwa ada serigala yang tanpa belas kasih, yang memecah belah kawanan domba Kristus dan kami memohon kepadamu agar engkau dengan tongkatmu mengusir para serigala ini dari kawanan domva, dan untuk menyembuhkan jiwa dengan pengajaran Sabda Tuhan, dan rawatlah mereka dengan doa-doamu… baik Severus [Patriarkh Antiokhia] dan Petrus [Uskup Apamea]…karena mereka berusaha memaksa kami untuk menolak ajaran yang benar dari Konsili Chalcedon.

Saat kami sedang dalam perjalanan menuju Biara St. Simon untuk kepentingan Gereja, kami diserang oleh orang-orang jahat yang membunuh 350 orang dari antara kami dan melukai banyak lainnya. Bahkan ada diantara kami yang melarikan diri ke gereja-gereja untuk berlindung, tetap dibunuh di hadapan Altar. Maka kami memohon kepadamu Bapa Suci bangkitlah dengan kekuatan dan ketekunan dan berbelaskasihlah atas tubuh kami yang terluka ini; karena engkau adalah kepala dari semua…karena engkau adalah gembala sejati dan tabib yang merawat domba-domba dan keselamatan mereka: “Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-dombaku mengenal Aku..”[Yoh10:14-16]. Jadi janganlah mengabaikan kami Yang Tersuci, karena setiap hari kami berhadapan dengan luka-luka yang mematikan.

Tertanda
Saya, Alexander, karena rahmat Allah, Imam, Pimpinan Biara St. Maron.
[Menyusul tanda tangan semua biarawan di Biara itu dan para Imam lainnya]


Sumber: Dau, B 1984. History of the Maronites- Religious, Cultural and Political. London: Lebanese Maronite Order. p.172-175

Surat ini sedikit banyak mengingatkan kita kepada Konsili Chalcedon sendiri dimana surat Paus Leo dibacakan dan para Bapa Konsili berseru:
“Inilah iman para bapa, inilah iman Para Rasul. Kami semua mempercayainya, inilah kepercayaan ortodoks. Terkutuklah mereka yang menolaknya. Petrus telah berbicara melalui Leo. Begitulah ajaran Para Rasul. Dengan saleh dan benar Leo mengajarkannya, begitu juga Cyril. Kenangan abadi akan Cyril. Leo dan Cyril mengajarkan hal yang sama, terkutuklah mereka yang tidak mempercayainya. Inilah iman yang benar. Kami yang ortodoks mempercayainya. Inilah iman para bapa.” (Ekstrak dari Akta sesudah pembacaan surat St. Leo)

Patriarkh Maximos IV: Katolisisme Tidak Sama Dengan Latinisme


“Kita harus berjuang untuk memastikan bahwa Latinisme dan Katolisisme tidak lagi bersifat sinonim, bahwa Kekatolikan harus terbuka kepada setiap kebudayaan, setiap semangat, dan setiap bentuk organisasi yang selaras dengan kesatuan iman dan cinta kasih. Pada saat yang sama, dengan teladan kita sendiri, kita harus mendesak Gereja Ortodoks untuk mengakui bahwa persatuan […] dengan Tahta Petrus dapat dicapai tanpa membuat mereka meninggalkan Ortodoksi-

Yang Terberkati Maximos IV
Patriarkh Antiokhia, Alexandria dan Yerusalem untuk Gereja Katolik Melkite

Beberapa bulan ini saya telah membaca buku “Gereja Melkite Dalam Konsili Vatikan II” yang berisi berbagai pidato, intervensi, dan catatan Patriarkh Maximos sejak masa persiapan Konsili sampai pada penutupannya. Dalam masa-masa itu Maximos menunjukkan visinya yang tegas bahwa Katolisisme harus universal, Gereja Katolik tidak identik dengan Gereja Latin.

Memang benar bahwa dari 1,1 Milyar umat Katolik, hampir seluruhnya adalah anggota Gereja Latin, dan Pengganti St. Petrus menggembalakan sebuah keuskupan ritus Latin dan pada umumnya ia menggunakan ritus Latin untuk merayakan Liturgi Suci yang dipimpinnya. Tetapi ini samasekali tidak berarti bahwa ritus Latin adalah ritus utama Gereja, hal itu juga tidak berarti bahwa Gereja Latin adalah “Gereja utama” dalam Gereja Katolik. Sebaliknya, yang benar ialah Gereja Latin adalah satu dari 22 Gereja sui-iuris (otonom) yang membentuk Gereja Katolik dengan Uskup Roma sebagai kepala persekutuan.

Sejak berakhirnya Konsili Fireze (Florence) telah terjadi ketidakadilan dalam Gereja Katolik yang dimulai dengan penempatan para Kardinal Romawi secara lebih terhormat daripada para Patriarkh dalam Konsili-konsili dan dalam upacara-upacara resmi Gereja Katolik (pada Konsili Firence sendiri para Patriarkh masih diberi kehormatan lebih tinggi, namun sesudahnya barulah kekacauan itu dimulai). Kekacauan ini kemudian merambat dari atas ke bawah dan berakhir pada Latinisasi besar-besaran terhadap Gereja-gereja Timur yang bersekutu dengan Roma. Seringkali Latinisasi ini terjadi karena sebagian Uskup dan Imam yang menjadi misionaris di daerah-daerah Timur secara salah menganggap bahwa Katolisisme identik dengan Latinisme dan mencurigai apa saja yang berbau Timur.

Kita bersyukur bahwa Roh Kudus tidak tinggal diam, perlahan-lahan para Paus bertindak menghentikan Latinisasi. Saat yang paling menentukan adalah Paus Leo XIII dengan ensiklik Orientalium Dignitas yang menjadi awal titik balik yang mencapai puncaknya pada Konsili Vatikan II yang memberi mandat kepada Gereja-gereja Timur untuk kembali kepada tradisinya yang asli dan memeliharanya. Semua Paus pasca-Vatikan II menunjukkan penghormatan dan pengakuan terhadap tradisi-tradisi Timur; Paulus VI mengizinkan untuk tidak menggunakan “filiouqe” (dan Putera) pada Pengakuan Iman Nicaea-Konstantinopel yang dinyanyikan di Gereja-gereja Timur, Yohanes Paulus II menulis ensiklik Orientale Lumen yang mengakui kekayaan warisan rohani Gereja-gereja Timur dimana sebagai orang Polandia ia cukup dekat dengan Gereja-gereja Katolik ritus Byzantine yang ada di negaranya.

Kembali ke Konsili Vatikan II, pada masa Konsili itu para Patriarkh Timur masih juga ditempatkan dalam urutan kehormatan sesudah para Kardinal Romawi. Patriarkh Maximos menentang urutan ini dan meminta agar tatanan kehormatan yang tradisional dan kuno dikembalikan. Sejumlah Uskup Latin menentangnya dan mengatakan bahwa Gereja Katolik Timur adalah ‘buatan’ Paus dan karenanya para Patriarkhnya tidak layak diperlakukan seperti yang diatur dalam Konsili-konsili kuno. Patriarkh Maximos menjawab mereka (dengan perkataan yang merupakan perkataan favorit saya):

“5. Akhirnya, keberatan yang diajukan adalah saat yang wajar untuk mengakui keutamaan para Patriarkh Timur sebagaimana mereka miliki sebelum skisma adalah saat para Patriarkh “sejati” yaitu para Patriarkh Ortodoks menyetujui untuk membicarakan persatuan. Tetapi para Patriarkh Timur yang sekarang hadir di Konsili ini adalah buatan baru dari Tahta Suci, dan karenanya memberikan tingkatan dan kuasa itu tidaklah tepat.

- Konsep ini, yang menyangkal bahwa para Patriarkh Katolik Timur adalah pengganti yang legitim dari para pendahulu mereka di tahta masing-masing, adalah senjata baru para “latinis” yang digunakan untuk menentang para Katolik dari Ritus-ritus Timur. Malang bagi mereka, karena walaupun konsep ini mungkin akan diterima oleh para Ortodoks yang terpisah dari Roma, namun tidak dapat diterima oleh orang Katolik dan secara mutlak bertentangan dengan pemikiran para Paus sendiri.

Karena kami tidak dapat menyajikan begitu banyak teks-teks kepausan yang mendukung pandangan kami, kami hanya membatasi dengan mengajukan teks-teks yang berkaitan dengan Kepatriarkhan Antiokhia kami sendiri, yang saat dijabat oleh Cyril VI Tanas menyatakan persatuan dengan Roma tahun 1724. Saat utusan Paus menahtakannya pada tanggal 25 April 1730, utusan Paus mengakui dia sebagai “Patriarkh Antiokhia yang legitim.” (Masi, Vol 46. col, 189) Sementara itu Paus Benediktus XIV, dalam pidatonya pada konsistori 3 februari 1744, mengakui Cyril VI sebagai satu-satunya pejabat Tahta Ortodoks yang sejati di Antiokhia, dan mengatakan tentang Patriarkh tandingganya Sylvester “ia telah merampas tahta patriarchal” dan megatakan kepada para Melkite bahwa didalam mereka “sisa-sia terhormat dari Gereja Antiokhia, yang sebelumnya terkubur, telah bangkit kembali kepada kehidupan” (Ibid., col. 340)

Dalam surat tanggal 29 Februari 1744, yang ditujukan juga kepada Patriarkh Cyril, Benediktus XIV mengungkapkan dirinya dengan cara ini: “Sementara kami mengakui bahwa Gerea Antiokhia Yunani yang terhormat, telah terpisah dari tahta Roma untuk waktu yang lama karena sksma yang mengerikan dan dikendalikan oleh para Patariakh yang terjangkit wabah skisma, sekarang akhirnya telah diserahkan kepadamu hai saudara, untuk kau jaga sebagai gembalanya yang sah.” (Ibid. col. 341) Dan Paus melanjutkan dengan menyatakan bahwa ia sungguh bergembira karena ia kini dapat sekali lagi memasukkan nama Patriarkh Antiokhia ke dalam diptychs Gereja Roma. Dari semua ini, jelaslah bahwa, bagi para Paus, Kepatriarkan Katolik Melkite Yunani adalah kelanjutan yang sah dari suksesi Tahta Antiokhia. Karenanya hak dan keistimewaan yang sama adalah hak bagi para Patriarkhnya sebagaimana para pendahulu kuno mereka.

Keberatan lain dapat diajukan, dan akan mudah untuk menjawabnya. Jantung utama dari permasalahan ini adalah: haruskah Gereja Katolik pada masa kita secara murni dan sederhana mengakui perkembangan yang hanya terjadi dalam lingkungan Latin Barat yang memunculkan Kekardinalan, atau harusnya sekali lagi diadakan penyelarasan berbagai institusi modern Barat dengan institusi yang lebih kuno di Timur? Dengan kata lain, apakah Katolisisme adalah perluasan Latinisme yang bersifat menaklukkan? Ataukah Katolisime adalah institusi ilahi, supra-regional, supra-nasional dimana tradisi Timur dan Barat memiliki hak yang pada dasarnya sama? Masalah tingkatan para Patriarkh Timur bukanlah masalah keutamaan dan kemuliaan kosong. Tetapi, menunjukkan suatu pengembalian kepada konsep eklesiologi yang lebih otentik dan apostolik.


Dalam sesi-sesi Konsili selanjutnya urutan kehormatan para Patriarkh dipulihkan dan terjadi perkembangan yang positif. Namun, sesudah Vatikan II terjadilah suatu perkembangan yang sangat negatif yaitu diangkatnya para Patriarkh Timur menjadi Kardinal. Pengangkatan ini pada umumnya disambut dengan ketidakpuasan dan kekecewaan di kalangan Timur, walaupun jalan tengah dapat diambil yaitu para Kardinal Patriakh tidak menerima gelar berupa dekanat, Paroki, atau Keuskupan di sekitar Roma.

Secara tradisional para Kardinal adalah pembantu Paus sebagai Patriarkh Gereja Latin. Dewan Kardinal terdiri terutama dari 6 orang Uskup yang menangani keuskupan-keuskupan pinggiran kota Roma yang pada awal abad pertengahan memiliki banyak penduduk dan para Uskupnya memiliki peranan penting namun pada masa ini enam keuskupan itu hanya menjadi daerah pinggiran yang sepi dan secara nyata tidak memiliki peran apa-apa. Selebihnya para Kardinal terdiri dari para Pastor di Paroki-paroki besar di kota Roma, dan para Diakon yang memimpin diskateri-diskateri (komisi-komisi) Keuskupan. Sementara saya tidak keberatan seorang Patriarkh Timur mengikuti konklaf (sementara beberapa orang Katolik Timur merasa aneh jika Patriarkh mereka harus terlibat dalam pemilihan Patriarkh Gereja Roma) dan bahkan merasa sangat perlu para Patriarkh Timur mengikuti konklaf, sangatlah tidak tepat jika mereka diangkat menjadi Kardinal Romawi. Tampaknya jauh lebih tepat dan lebih baik jika aturan konklaf (pemilihan Paus) diubah menjadi konklaf diikuti oleh para Kardinal Romawi dan semua kepala Gereja-gereja sui iuris dalam Gereja Katolik. Dibalik persoalan Kardinal ini, masalah sebenarnya adalah sama seperti yang diungkapkan Patriarkh Maximos yaitu eklesiologi yang terlalu berorientasi kepada Gereja Latin.

Pidato Maximos IV dan pengangkatan para Patriarkh sebagai Kardinal menunjukkan bahwa kesetaraan antara Gereja Latin dan Gereja-gereja Timur sebagai sesama Gereja otonom dalam persekutuan Gereja Katolik belum dicapai sepenuhnya.

Kamis, 15 Oktober 2009

Tata Perayaan Ekaristi Ritus Maronite: Qurbono (Part 4-Anafora dan Komuni)

Ritus Damai

Doksologi

Umat berdiri. Imam membuat tanda salib:
Imam: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.

Doa Damai
Imam: Allah yang kudus dan berbelas kasih, melalui Putera-Mu yang Tunggal, Engkau telah mempersiapkan perjamuan rohani ini untuk kami. Berkenanlah atas persembahan Kurban yang tak berdarah ini, dan berilah kami anugerah Roh Kudus-Mu. Jadikanlah kami layak untuk menyampaikan salam damai satu sama lain dengan hati yang murni dan cinta kasih ilahi. Kemudian kami akan memuji Engkau, Putera Tunggal-Mu, dan Roh Kudus-Mu yang menghidupkan, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.

Salam Damai
Imam mencium Altar, menempatkan tangannya di atas persembahan, dan kemudian menyampaikan damai:
Imam: Damai bagimu, ya Altar Allah yang kudus. Damai atas misteri-misteri yang ditempatkan atasmu.

Ajakan Salam Damai

Diakon: Marilah kita saling menyampaikan salam damai kepada sesama kita, dengan cinta kasih dan kesetiaan yang menyenangkan Tuhan kita.
Umat saling menyampaikan salam damai dengan tangan terkatup.

Madah Damai
Selama salam damai semua menyanyikan:
Semua: Saudara-saudari, damai, cinta kasih, dan iman dari Allah Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus. Semoga Allah, sang Damai, bersama kamu semua. Amin.

Doa Penumpangan Tangan

Imam: Kami membungkuk di hadapan-Mu, ya Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan, dan memohon kepada-Mu pandanglah kami dengan murah hati. Buatlah kami layak menghampiri Altar kudus-Mu dengan hati murni dan jiwa raga yang kudus, dan kami akan menyampaikan kemuliaan dan syukur bagi-Mu, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.

Doa Selubung

Imam: Ya Tuhan, semoga damai-Mu, kasih sejati dan rahmat kekal dan ilahi bersama kami dan tinggal di tengah kami sepanjang hidup kami, dan kami akan memuliakan Engkau dan bersyukur kepada-Mu, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.

DOA SYUKUR AGUNG

Dialog
Imam: Semoga cinta kasih Allah + Bapa, rahmat Putera-Nya yang + Tunggal, dan persatuan serta persekutuan Roh + Kudus bersamamu selamanya.
Umat: Dan bersama rohmu.
Imam: Marilah mengangkat hati, pikiran, dan kehendak kita kepada Allah.
Umat: Sudah kami angkat kepada-Mu, ya Allah.
Imam: Marilah bersyukur kepada Allah dengan takut akan Dia dan menyembah-Nya dengan kerendahan hati.
Umat: Sudah layak dan sepantasnya.

Pujian dan Syukur

Imam: Sungguh kemuliaan dan pujian layak bagi-Mu, karena Engkaulah kudus, ya Allah Bapa kami, dan Engkaulah sang pemberi hidup. Terpujilah Engkau bersama Putera-Mu yang Tunggal dan Roh Kudus-Mu yang menghidupkan. Kau dikelilingi oleh kerubim dan seraphim, yang dengan suara murni dan melodi surgawi, menyanyikan pujian dan mewartakan kemuliaan-Mu dengan bernyanyi kudus, kudus, kudus:

Umat: . Kudus, kudus, kuduslah Tuhan yang berbala tentara. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu yang besar. Hosanna di tempat tinggi. Terpujilah Dia yang telah datang dan akan datang dalam nama Tuhan. Hosanna di tempat tinggi.

Imam: .Kudus, kudus, kuduslah Engkau, ya Allah yang penuh belas kasih. Kuduslah Putera-Mu yang Tunggal Yesus Kristus, Tuhan dan Allah kami. Kuduslah Roh Kudus-Mu yang memberi hidup. Engkaulah sumber segala kekudusan dan berkat. Bagi keselamatan kami, Putera-Mu yang Tunggal mengambil daging dari Perawam Maria yang murni, Bunda Allah, dan dengan rencana keselamatan ilahi-Nya Ia menebus dan menyelamatkan kami.

Kisah Institusi

Kisah Institusi selalu dinyanyikan dalam bahasa Aram
Imam: Byow-mo how daq-dom ha-sho-dee-leh ma'-bed hy-eh
nsa-bel-lah-mo be-dow qa-dee-sho-to.
Ou-ba-rekh
ou-qa-desh
waq-so
ou-ya-bel-tal-mee-dow kad o-mar:
Sab a-khool meh-neh kul-khoon:
Ho-no den ee-tow faghro deel
dah-lo-fy-koun wah-lof sagee-yeh
meh-teq-seh ou-meh-tee-heb
lhoo-so-yo dhow-beh wal-ha-yeh dal-'o-lam 'olmeen.
[Pada hari sebelum sengsara-Nya yang menghidupkan, Yesus mengambil roti dengan tangan-Nya. Ia memberkati dan menguduskan-Nya lalu memecah-mecahkannya, memberikan-Nya kepada para murid-Nya sambil berkata: Terimalah dan makanlah, hai kamu semua, karena inilah Tubuh-Ku yang dipecahkan dan diserahkan bagimu dan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa dan kehidupan kekal.]

Umat: Amin.

Imam: Ho-kha-no 'al ko-so dam-zeegh wo
men ham-ro ou-men ma-yo
ba-rekh
ouqa-desh
ou-ya-be-tal-me-dow kad o-mar:
Sab esh-tow meh-neh kul-khoon:
Ho-no den ee-tow dmo deel
dee-ya-tee-qee hda-to
dah-lo-fy-koon wah-lof sa-gee-yeh
meh-teh-shed ou-meh-tee-heb
lhoo-so-yo dhow-beh wal-ha-yeh dal-o'-lam 'ol-meen.
[Kemudian Ia mengambil piala berisi anggur bercampur air, memberkati dan menguduskannya, lalu memberikannya kepada para murid-Nya sambil berkata: Terimalah dan minumlah, hai kamu semua, karena inilah Piala Darah-Ku, Darah Perjanjian Baru, yang ditumpahkan dan diserahkan bagimu dan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa dan kehidupan kekal.]
Umat: Amen.

Anamnesis
Imam: Setiap kali kamu makan Roti ini dan minum dari Piala ini, kamu mengenangkan Aku sampai Aku datang kembali.
Umat: Ya Tuhan, kami kenangkan wafat-Mu, kami memberi kesaksian atas kebangkitan-Mu, kami menantikan kedatangan-Mu kedua kali, kami memohon belas kasih-Mu dan pengampunan dosa kami. Semoga belas kasih-Mu turun atas kami.
Imam: Ya Allah, sang Pencinta semua manusia, kami hamba-hamba-Mu yang berdosa ini mengenangkan rencana keselamatan-Mu dan kami memohon agar Engkau berbelas kasih kepada kami. Kasihanilah mereka yang menyembah-Mu dan selamatkanlah para ahli waris-Mu saat Engkau datang di akhir zaman untuk mengganjar semua orang dengan adil menurut perbuatannya. Melalui Engkau Gereja-Mu memohon kepada Bapa-Mu dan berdoa:
Umat: Kasihanilah kami, ya Bapa yang mahakuasa, kasihanilah kami.
Imam: Ya Tuhan, kami para hamba-Mu yang berdosa dan malang ini menyadari rahmat yang telah kami terima dari-Mu dan bersyukur kepada-Mu untuk dan karena rahmat itu.
Umat: Kami memuji-Mu, mengagungkan-Mu, menyembah-Mu, kami mengaku dan memohon kepada-Mu: kasihanilah kami, ya Tuhan, dan dengarkanlah kami.

Seruan Kepada Roh Kudus (Epiklesis)

Diakon: Betapa agung saat ini, ya kekasihku. Roh Kudus akan turun dari surga dan menaungi persembahan ini, yang disiapkan untuk pengudusan kita. Marilah kita berdiri dan berdoa dan tiga kali menyerukan:
Imam: Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami. Utuslah Roh-Mu yang menghidupkan dari surga untuk menaungi persembahan ini dan menjadikannya Tubuh dan Darah pemberi hidup untuk memurnikan dan menguduskan kami.
Imam berlutut dengan kedua kaki, merentangkan tangan dan menyanyikan dalam bahasa Aram (A) atau bahasa lokal (B):

A
Imam: `A-neen mor-yo; `A-neen mor-yo; `A-neen mor-yo.
Ou-nee-teh mor roo-hokh ha-yo ou-qa-dee-sho
ou-na-gen `a-lyn ou-`al qur-bo-no-hono.
Atau:
B

Imam: Dengarkanlah kami Tuhan, dengarkanlah kami Tuhan, dengarkanlah kami Tuhan. Curahkanlah Roh-Mu yang kudus dan menghidupkan menaungi kami dan persembahan kami.

Umat: Kyrie eleison, Kyrie eleison, Kyrie eleison.
Atau
Tuhan kasihanilah kami, Tuhan kasihanilah kami, Tuhan kasihanilah kami

Imam: Berkat naungan-Nya, Roh menjadikan roti ini + Tubuh Kristus Allah kami.
Umat: Amin.
Imam: Dan menjadikan campuran dalam piala ini + Darah Kristus Allah kami.
Umat: Amin.
Imam: Semoga Misteri suci ini menjadi pengampunan dosa kami, penyembuhan jiwa dan raga kami, dan menguatkan hati nurani kami, sehingga tak satupun dari umat beriman-Mu yang akan musnah. Sebaliknya, semoga kami hidup oleh Roh-Mu, menjalani hidup yang murni, dan memuliakan-Mu, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.

Doa Syafaat
Semua duduk. Imam berdoa:

Imam: Ya Tuhan Allah, kami mempersembahkan Kurban Ilahi ini bagi Gereja-Mu, terutama bagi Bapa Suci Benediktus (nama Paus), Boutros Nasrallah Sfeir (nama Patriarkh), Patriarkh kami, dan …(nama Uskup) Uskup kami dan semua Uskup yang mengakui iman yang benar. Semoga mereka hidup tidak bercela agar dengan kemurnian dan kekudusan mereka dapat menggembalakan kawanan-Mu dan menyampaikan kepada-Mu suatu umat yang diperbarui dalam Roh dan berkenan bagi kemuliaan nama-Mu.
Umat: Tuhan kasihanilah kami.
Diakon: Ingatlah, ya Tuhan, kawanan-Mu, terutama mereka yang telah menyampaikan persembahan ini. Berilah pengampunan kepada mereka yang berkumpul di sini di hadapan-Mu, semoga kami selalu hidup tak bercela di hadirat-Mu, dan menyadari rahmat yang telah Kau curahkan atas kami. Karena Engkau baik dan berbelas kasih, dan kami berdoa kepada-Mu Tuhan.
Umat: Tuhan kasihanilah kami.
Diakon: Ingatlah, ya Tuhan, para pemimpin negara kami, yang menjaga umat-Mu, kawanan yang diselamatkan oleh nama-Mu. Dalam belas kasihan-Mu ampunilah mereka, bantulah mereka, dan utuslah malaikat-Mu untuk menjaga mereka. Supaya dalam damai, keselarasan, dan dengan penuh kepercayaan kami akan memuliakan, bersyukur dan berdoa kepada-Mu.
Umat: Tuhan kasihanilah kami.
Diakon: Ingatlah, ya Tuhan, semua orang yang berkenan kepada-Mu sejak awal mula, terutama Maria, Bunda Allah yang terberkati, para Rasul, Nabi, Martir, Pengaku Iman, Yohanes Pembaptis, Stefanus diakon pertama, Santo/a..(pelindung Paroki), santo/a…(yang dipestakan), dan semua yang seperti mereka yang dikenal karena kesempurnaan hidup mereka dan perbuatan-perbuatannya. Semoga kami diingat dalam doa-doa mereka dan menjadi layak untuk bersukacita bersama mereka dalam kerajaan-Mu dan kami berdoa kepada-Mu, ya Tuhan.
Umat: Tuhan kasihanilah kami.
Diakon: Ingatlah, ya Tuhan, akan para leluhur dan guru kami yang mengimani iman sejati dan menjaga kebenaran-Mu, dan yang telah menanggung derita karena Gereja-Mu. Biarlah kami memelihara kebenaran yang mereka imani dengan bibir kami, agar kami mengikuti jejak mereka, berjalan dalam kepolosan dan kesederhanaan dalam jalan-Mu yang adil.
Umat: Tuhan kasihanilah kami.
Diakon: Ingatlah, ya Tuhan, orang beriman yang telah meninggal dunia. Terimalah persembahan ini untuk mereka. Mereka telah menaruh kepercayaan kepada belas kasih dan pengampunan-Mu dan menantikan rahmat-Mu, berilah mereka istirahat di pangkuan Abraham, dan panggilan mereka menjadi tamu dalam kerajaan-Mu. Berilah juga kepada kami, kematian yang penuh damai, dan hapuskanlah pelanggaran kami, karena tak ada satupun di bumi yang tak berdosa kecuali Putera-Mu yang Tunggal, yang melalui Dia kami berharap, agar bersama mereka kami menerima pengampunan dosa.
Umat: Berilah mereka istirahat, ya Tuhan, dan ampunilah semua dosa dan kejatuhan kami: dosa-dosa yang kami lakukan dengan sadar dan tanpa sadar.
Imam: Bebaskanlah kami semua, ya Tuhan, dari sengatan dosa, ampunilah pelanggaran kami, dan dalam belas kasih-Mu tebuslah kami, agar nama-M yang suci dapat dimuliakan, dipuji, dan dihormati dalam kami, untuk kami, dan karena kamim dengan nama Yesus Kristus Tuhan kami, dan Roh Kudus-Mu yang menghidupkan, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Sebagaimana telah terjadi, sekarang terjadi, dan selamanya akan terjadi. Amin.

RITUS KOMUNI
Berkat

Imam: . Semoga berkat Allah + Bapa, dan Penyelamat kita Yesus Kristus dan persekutuan Roh Kudus bersamamu.
Umat: Dan bersama rohmu.
Pemecahan Roti, Penandaan, Pencelupan, Pencampuran dan Pengangkatan
Umat menyanyikan nyanyian yang cocok atau korozooto hari yang bersangkutan.


Pemecahan Roti

Imam: Kami telah percaya, dan telah mempersembahkan, dan sekarang kami memateraikan + dan memecahkan persembahan ini, Roti Surgawi, Tubuh sang Sabda, yang adalah Allah yang hidup.

Pencelupan
Imam: Kami menandai Piala Keselamatan dan Syukur ini dengan abu pemurnian yang mengalir bersama misteri surgawi dalam nama +Bapa, untuk semua yang hidup; dalam nama Putera + Tunggal-Nya untuk semua yang berasal dari-Nya, dan seperti Dia, yang hidup bagi semua yang hidup; dalam nama Roh + Kudus, yang adalah awal, akhir, dan kesempurnaan segala yang telah ada, ada, dan aka nada di surga dan bumi: Allah yang satu-tak terpisah, sejati, benar, terpuji, dan tertinggi, yang dari-Nya datang hidup abadi.

Penandaan

Imam: Darah Tuhan kita Yesus Kristus dipercikan atas Tubuh-Nya yang suci, dalam nama + Bapa, dan + Putera, dan Roh + Kudus.

Pencampuran
Imam: Ya Tuhan, Engkau telah menyatukan keilahian-Mu dengan kemanusian kami dan kemanusiaan kami dengan kehidupan ilahi-Mu dengan kefanaan kami dan kefanaan kami dengan hidup-Mu. Kau telah mengambil apa yang menjadi milik kami, dan memberikan kepada kami apa yang menjadi milik-Mu, untuk hidup dan keselamatan jiwa kami.. Bagi-Mu, ya Tuhan, kemuliaan selama-lamanya.

Pengangkatan

Umat berdiri. Imam mengangkat patena dengan Roti atas Piala dan mengangkat keduanya, sambil diam-diam berdoa:
Imam: Ya Tuhan Engkaulah persembahan yang berkenan kepada Bapa, yang telah dipersembahkan untuk kami; Engkaulah kurban penghapus salah, yang mempersembahkan diri-Mu untuk kami kepada Bapa-Mu. Engkaulah Anak Domba Kurban,dan juga Imam yang mempersembahkan diri-Mu sendiri untuk kami. Semoga doa-doa kami menjadi seperti dupa di mata-Mu seperti kami mempersembahkan-Nya melalui Engkau dan bersama Engkau kepada Bapa-Mu.

Bapa Kami
Imam: Allah yang maha pengasih dan pengampun, yang kami hormati diatas segalanya, berilah kami kemurnian dan kekudusan untuk berkata:
Imam dan umat merentangkan tangan dan berdoa:
SEMUA: Bapa kami, yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu..etc
Imam: Ya Tuhan, Pencinta segala sesuatu, jangan tinggalkan kami, jangan biarkan kami jatuh dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari si jahat dan jalannya yang menyesatkan, karena Kerajaan adalah milik-Mu, milik Putera Tunggal-Mu, dan milik Roh Kudus-Mu yang menghidupkan, sekarang dan selama-lamanya
Umat: Amin.

Ritus Tobat

Imam: Damai bersamamu.
Umat: Dan bersama rohmu.
Diakon: Tundukanlah kepalamu di hadapan Allah yang berbelas kasih, di hadapan Altar pengampunan-Nya, dan di hadapan Tubuh dan Darah Penyelamat kita, yang memberikan hidup kepada mereka yang ambil bagian dalam Dia, dan terimlahan berkat Tuhan.
Imam: Ya Tuhan, berkatilah umat-Mu yang tunduk di hadapan-Mu. Selamatkanlah kami dari segala bencana dan buatlah kami layak ambil bagian dalam Misteri Ilahi ini dengan kemurnian dan kekudusan, agar melaluinya kami diampuni dan dikuduskan. Dan kami akan memuliakan Dikau, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.
Imam: Semoga rahmat Tritunggal + Mahakudus yang kekal dan setara dalam hakekat, bersamamu saudara dan saudariku.
Umat: Dan bersama rohmu.
Diakon: Marilah kita memandang Allah dengan kagum dan hormat dan memohon kepada-Nya belas kasih dan pengampunan.

Ajakan Komuni
Imam: Yang Kudus bagi yang kudus, dengan kesempurnaan, kemurnian dan kekudusan.
Umat: Satu Bapa yang Kudus, Satu Putera Tunggal, Satu Roh Kudus. Terpujilah nama Tuhan Dialah Yang Satu di surga dan bumi. Kemuliaan bagi Allah selama-lamanya.
Imam dan umat bersiap menerima Komuni. Semua merentangkan tangan dan berdoa:
SEMUA: Jadikanlah kami ya Tuhan Allah, untuk menguduskan tubuh kami dengan Tubuh Suci-Mu dan untuk memurnikan jiwa kami dengan Darah Pengampunan-Mu. Semoga Komuni kami menjadi pengampunan dosa kami dan mendatangkan hidup abadi.

Komuni Imam

Umat menyanyikan salah satu madah ini:

Melalui Kebangkitan Kristus Imam: Melalui Kebangkitan Kristus sang Raja, dengan iman yang benar, marilah memohon pengampunan dosa bagi jiwa kita. Marilah kita semua mewartakan Putera yang menebus kita dengan salib-Nya: “Terpujilah Juruselamat: Kuduslah Engkau, Kuduslah Engkau, Kuduslah Engkau.” Semoga kenangan akan Bunda Kristus, Para Kudus, dan semua orang beriman yang telah wafat, dihormati di seluruh dunia. Alleluia!
ATAU:
Bala tentara surga berdiri bersama kita di tempat kudus. Dalam perarakan mereka membawa Tubuh dan Darah Putera Allah, yang disembelih untuk kita. Marilah kita menghampiri Dia dan menerima-Nya untuk pengampunan dosa dan kesalahan kita. Alleluia! Semoga orang tua kami, saudara dan saudari, dan guru-guru yang kami kenangkan di Altar-Mu, ya Tuhan. Dapat berdiri di sisi kanan-Mu pada hari penghakiman, ya Kristus sang Raja, Alleluia! Terpujilah Tuhan yang memberi Tubuh dan Darah-Nya yang menghidupkan agar kami menemukan pengampunan didalamnya. Pujilah dan tinggikanlah Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Kemuliaan bagi-Nya selama-lamanya. Alleluia!

Sementara umat bernyanyi imam menyantap Tubuh Tuhan dengan diam-diam berdoa:

Imam: Tubuh Tuhan kita Yesus Kristus diberikan kepadaku untuk pengampunan dosa-dosaku dan untuk hidup kekal.
Imam meminum Darah Tuhan dengan diam-diam berdoa:
Imam: Darah Tuhan kita Yesus Kristus diberikan kepadaku untuk pengampunan dosa-dosaku dan untuk hidup kekal.
Para konselebran menyambut Komuni, dengan makan dan minum sendiri.

Komuni Umat
Sebelum Komuni dibagikan Imam mengangkat Patena dan semua bernyanyi:
Tuhan kita berkata: “Akulah Roti hidup. Siapapun yang memakan Aku dengan iman memiliki hidup.”
Imam: Inilah Piala yang disiapkan Tuhan kita di salib. Datanglah kalian, yang fana, dan minumlah untuk pengampunan dosa.
Umat: Gereja mewartakan: “Datanglah, ya saudara dan saudari, ambilah Tubuh Putera, minumlah Darah-Nya dalam iman dan nyanyikanlah kemuliaan-Nya.

Ayat berikut juga dapat dinyanyikan:

Gereja mewartakan: “Kudus, kudus, kuduslah Engkau Tuhan; terpujilah Dia yang memberikan Tubuh dan Darah-Nya untuk keselamatanku.” Alleluia! Alleluia! Kemuliaan bagi Kristus, karena Dia memberikan Tubuh dan Darah-Nya yang menghidupkan untuk keselamatan kita. Semoga persembahan ini menolong kita di hari penghakiman, saat kita berdiri di hadapan Tahta Allah yang mengagumkan. Alleluia! Alleluia! Kemuliaan bagi Kristus, karena dari Piala-Nya Bunda Gereja dan putera-puterinya minum, dan menyanyikan pujian bagi-Nya.

Imam membagikan Komuni kepada para Diakon, sub-Diakon (Putera Altar) dan umat dengan mengatakan:
Imam: Tubuh dan Darah Tuhan kita Yesus Kristus diberikan kepadamu untuk pengampunan dosa dan kehidupan kekal.
Selama Komuni dinyanyikan Roti kehidupan atau Bapa Kebenaran atau madah dan mazmur yang cocok untuk Komuni. Juga dapat dinyanyikan madah tradisional Syria untuk mengenang orang yang telah meninggal:
Ya Tuhan yang berbelas kasih, terimalah persembahan ini dari para penyembah-Mu. Dalam kebaikan-Mu, berilah pengampunan bagi orang beriman yang sudah wafat. Pandanglah persembahan yang telah dipersembahkan dan jiwa yang telah ditebus. Berilah istirahat bagi jiwa yang untuknya Kurban ini dipersembahkan. Semoga persembahan ini, yang dipersembahkan oleh yang hidup untuk yang mati, memperoleh belas kasih bagi jiwa mereka dan pengampunan untuk kesalahan mereka. Semoga Tuhan, yang menghidupkan Lazarus dan anak si janda, merecikan belas kasih-Nya atas orang beriman yang telah meninggal. Ya Tuhan kami merayakan kenangan atas mereka yang untuknya Kurban ini kami persembahkan bersama Abraham, Ishak dan Yakub. Ya Raja Surgawi, terimalah persembahan hamba-Mu, dan rayakanlah kenangan mereka dalam Yerusalem surgawi-Mu. Di Yerusalem yang di atas, dan dalam Gereja di bumi juga, semoga mereka berada dalam kenangan terhormat pada Altar-Mu di surga. Ya Anak Domba Allah, ya Gembala yang mati untuk kawanan-Nya: dalam kebaikan-Mu, berilah istirahat kepada orang beriman yang telah meninggal. Jiwaku menantikan Tubuh-Mu, walaupun aku takut mendekat, karena aku gemetar karena dosa-dosaku. Dalam kebaikan-Mu Tuhan, berilah aku pengampunan. Semoga Tubuh dan Darah-Mu yang kami sambut menjadikan kami, pengantin-Mu, dan menjadikan kami dengan selamat melintas dari kegelapan kepada terang. Semoga makhluk surgawi bersukacita dan yang fana berharap, karena persembahan dari yang hidup untuk yang mati.
Pemberkatan Dengan Misteri

Sesudah Komuni Imam memberkati umat dengan Tubuh dan Darah Tuhan:

Imam: selalu memuliakan dan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena Engkau memberikan kepada kami Tubuh-Mu untuk dimakan dan Darah-Mu untuk diminum. Ya Pencinta segalanya, kasihanilah kami.
Umat: Ya Pencinta segala, kasihanilah kami.

Ucapan Syukur

Sementara imam membersihkan Patena dan Piala, umat duduk dan menyanyikan madah syukur misalnya: Ya Tuhan aku telah menyantap Tubuh-Mu, atau Mazmur 134. Dan sambil membersihkan Imam berdoa:
Imam: Kami bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan Allah, dan kami mohon agar Komuni Ilahi ini menjadi pengampunan dosa, dan kemuliaan bagi nama-Mu yang kudus, dan bagi Putera-Mu yang Tunggal, dan bagi Roh Kudus-Mu, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.

Berkat Dan Pengutusan

Imam: Damai bersamamu.
Umat: Dan bersama rohmu.
Imam menumpangkan tangan kanannya atas umat dan menyanyikan:
Imam: Ya Tuhan Penyelamat kami, Engkau telah menjadi daging dan mengurbankan diri-Mu untuk kami Engkau telah menyelamatkan kami. Tebuslah kami sekarang dari hukuman abadi, jadikan kami Bait bagi nama-Mu yang kudus, karena kami adalah umat-Mu dan ahli waris-Mu. Bagi-Mu, Kristus, dan bagi Bapa-Mu, dan bagi Roh Kudus-Mu, kemuliaan, hormat, dan kuasa, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.
Umat berdiri dan Imam melanjutkan:
Imam: Pergilah dalam damai, saudara-saudari terkasih, dengan ditemani oleh kekuatan dan rahmat yang kalian terima dari Altar pengampunan Tuhan. Semoga berkat dari Tritunggal Mahakudus tetap bersamamu: + Bapa dan + Putera dan Roh + Kudus, Allah yang Satu, bagi-Nya lah kemuliaan sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.
Imam mencium Altar dan diam-diam berdoa:

Imam: Tinggalah dalam damai, ya Altar Allah yang kudus, aku berharap dapat kembali kepadamu dengan damai. Semoga persembahan yang kuterima darimu mengampuni dosa-dosaku dan mempersiapkan aku berdiri tak bercela di hadapan Tahta Kristus. Aku tidak tahu apakah aku akan dapat kembali kepadamu lagi untuk mempersembahkan Kurban ini. Jagalah aku, ya Tuhan, dan lindungilah Gereja Kudus-Mu, semoga ia menjadi jalan keselamatan dan cahaya dunia. Amin.
Imam dan para pelayan meninggalkan panti imam dan tempat ibadat.

Rabu, 14 Oktober 2009

15 Oktober: St. Theresia dari Avila, Pelindung Blog ini

Berikut ini adalah teks dari bacaan pertama dan bacaan kedua Ibadat Bacaan pada Pesta St. Theresia Avila menurut buku Ibadat Harian Ordo ketiga OCD (walaupun saya bukan anggotanya, tetapi hanya merekalah yang menyediakan buku ibadat harian dan misa dalam bahasa inggris secara online dan gratisan walaupun di-protect)

Pengetahuan Akan Kristus Melampaui Segala Sesuatu
Dari Surat Santo Paulus Kepada Gereja Filipi (3:8-21)


Aku menganggap segala sesuatu rugi karena pengenalanku akan Kristus Yesus Tuhanku, yang lebih mulia daripada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dengan penderitaan-Nya, di mana aku menajdi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengenjarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah ada di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu. Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan keapdamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara-perkara duniawi. Karena kewargaan kita adalah di dalam surga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Respons
V. Hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah.
R. Saat Kristus yang adalah hidupmu menyatakan diri kelak, kamu pun akan
menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
V. Baik maut ataupun hidup, ataupun sesuatu makhluk lain tidak dapat memisahkan
kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus Tuhan kita.
R. Saat Kristus yang adalah hidupmu menyatakan diri kelak, kamu pun akan
menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Kami Selalu Mengingat Cinta Kristus
Dari Autobiografi St. Teresa dari Avila ( Bab 22:6-7,14)


Siapapun yang hidup dalam hadirat sahabat yang begitu baik dan pemimpin yang sempurna, yang pergi mendahului kita untuk menjadi yang pertama menderita, akan dapat menanggung segalanya. Tuhan menolong kita, menguatkan kita, dan tidak pernah gagal; Ia adalah sahabat sejati. Dan aku melihat dengan jelas dan aku melihat kedepan, bahwa Allah mengehendaki bahwa jika kita hendak menyenangkan Dia dan menerima banyak rahmat-Nya, kita harus melakukannya melalui kemanusiaan Kristus yang teramat suci, yang didalam-Nya Bapa bersukacita. Banyak dan banyak kali aku menerima hal ini melalui pengalamanku. Tuhan telah mengatakannya kepadaku. Saya telah melihat dengan pasti bahwa kita harus memasuki gerbang ini jika kita ingin agar Kemuliaan-Nya yang Kuasa menunjukkan kepada kita rahasia-rahasia besar.

Jadi Yang Terhormat dan Yang Mulia harus tidak menginginkan jalan lain, bahkan jika kalian berada di puncak kontemplasi; di jalan ini kalian berjalan dengan aman. Tuhan kita ini adalah satu-satunya yang melaluinya semua berkat datang kepada kita. Dia akan mengajar kita hal-hal ini. Dalam menanggung hidup ini, kita menemukan Ia adalah teladan terbaik. Apakah yang lebih kita inginkan selain memiliki seorang sahabat yang baik di sisi kita, yang tidak akan meninggalkan kita dalam pekerjaan dan kesulitan, sebagaimana sahabat-sahabat duniawi melakukannya? Terberkatilah ia yang sungguh mencintai-Nya dan selalu membawa-Nya di sisinya! Marilah kita mengingat Santo Paulus: kelihatannya tidak ada nama lain yang meluncur dari bibirnya selain nama Yesus, seperti seorang yang selalu membawa Tuhan dekat dengan hatinya. Sekali saya memahami kebenaran ini, saya dengan hati-hati menimbang kehidupan para kudus, para kontemplatif besar, dan menemukan bahwa mereka tidak mengambil jalan lain: Santo Fransiskus dengan stigmata, Santo Antonius dari Padua dengan Kanak-kanak Yesus; Santo Bernards menemukan sukacitanya dalam Kemanusiaan Kristus; Santa Catharina dari Siena- dan banyak lagi yang tentunya Yang Terhormat lebih tahu daripada saya.

Doa
Allah yang bersemayam di istana mulia, atas dorongan Roh Kudus santa Teresia telah menunjukkan kepada umat-Mu jalan menuju kesempurnaan. Semoga budi kami selalu dibimbing oleh ajarannya yang luhur, dan hati kami dikobarkan oleh keinginan akan kesucian sejati. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

Santa Theresia dari Avila, doakanlah kami!