Rabu, 29 Agustus 2007

Lebih Katolik daripada Paus?

Biasanya ungkapan diatas bernada ejekan atau sindiran yang ditujukan kepada sekelompok orang yang dianggap memiliki rasa kekatolikan sedemikian sehingga bahkan tampak melebihi daripada Paus sendiri.

Kesalahan pertama dari kalimat bertanya dengan nada menyindir adalah inti gagasan yang seolah-olah mengidentikkan Paus dengan Katolisisme, seolah-olah beliau adalah standart yang harus diikuti oleh semua orang Katolik.

Tentu saja hal itu adalah salah besar, pendiri Gereja Katolik adalah Yesus Kristus, bukan Paus manapun dan juga bukan St. Petrus yang adalah Paus pertama. Paus juga bukan Kepala Gereja Katolik, Yesus lah Kepalanya, dan Paus hanya wakilNya di bumi ini. Standar ke-Katolik-an kita adalah Yesus Kristus dan bukan Paus manapun juga.

Yesus tidak pernah menjamin bahwa Paus selalu sempurna, Ia hanya menjamin mereka tidak dapat mengajarkan hal yang sesat dengan kuasa rasul yang diterimanya (cf. Mat 16:18-19). Bahkan St. Petrus pun tidak sempurna.

Bahkan dalam sejarah kita pun pernah memiliki sejumlah Paus yang bejat, tidak bermoral dan bahkan layak diragukan ke-Katolik-an nya. Seperti:

Paus Sthepanus VII menggali kubur dari pendahulunya Paus Formosus, "mengadili" mayat tak bernyawa itu dan kemudian membuang jenazah itu ke sungai Tiber.

Paus Honorius, karena kurang teliti membaca tulisan dari para bidaah monothelit, mendiamkannya, sehingga memicu banyak kebingungan dan akhirnya untuk kelalaian ini ia di-anathema (dikutuk) oleh Konsili Ekumenis ke 6.

Paus Yohanes XII membuat Istana Apostolik nya menjadi rumah pelacuran dimana ia menyimpan dan mempergunakan banyak pelacur baik pria dan wanita.

Paus Alexander VI, memiliki dua wanita teman kumpul kebo dan memiliki banyak anak hasil dari hubungan luar nikahnya.

Paus Urbanus VIII, haus kekuasaan dan karena sikap gila kuasanya ia tega meminta orang-orang Katolik Perancis berperang bersama orang-orang Lutheran Jerman untuk 'menghajar' umat Katolik Jerman dalam Perang 30 tahun. Ini semua terjadi karena Paus Urbanus khawatir kekuasaan Hapsburg di Jerman dan Spanyol akan mengancam kekuasaan duniawinya atas Italia tengah.


Tentu kita menaruh rasa hormat dan ketaatan kepada Paus karena kita mencintai Yesus. Dan lagi daftar para Paus bejat ini disatu sisi malahan membuktikan kebenaran iman Katolik karena mereka tidak pernah sekalipun berani menggunakan kuasa ex-cathedra yang dimilikinya untuk mengajarkan atau membenarkan cara hidup sesat atau kelakuan bejatnya.

Saya sangat yakin bahwa hanya Roh Kudus yang mampu melindungi Gereja sedemikian. Karena Gereja tidak dapat sesat, alam maut tidak akan menguasainya, dan ia akan bertahan sampai Mempelai Pria datang dalam kemuliaanNya.

Credo in Spiritum Sanctum, sanctam catholicam Ecclesiam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar