Sabtu, 11 Agustus 2007

St. Theresa Avila: menyikapi Kesulitan dalam Membaca Kitab Suci

Aku tidak mengerti apa ini, dan bahwa aku tidak mengerti memberiku sukacita besar. Tetapi, puteri-puteriku, ini tidak berarti bahwa jiwa kita tidak merenung dalam hal-hal yang dapat dimengerti oleh pengetahuan kita yang rendah seperti yang dilakukannya terhadap hal-hal yang tidak dapat dimengerti; juga tidak berarti bahwa yang pertama itu memberikan hormat yang patut kepada Allah dan misteriNya.

Jadi aku sangat menganjurkan kepada kalian supaya saat kalian membaca buku atau mendengar khotbah atau berpikir tentang misteri iman suci kita hindarkanlah melelahkan dirimu atau membuang tenagamu untuk mengerti hal-hal yang tidak dapat kamu pahami dengan baik. Banyak hal tidak untuk dimengerti oleh wanita, bahkan juga bagi pria.

Ketika Tuhan ingin memberi pengertian, Yang Mulia melakukannya tanpa usaha dari pihak kita. Aku mengatakan ini kepada wanita, dan juga kepada pria yang tidak berkewajiban untuk mempertahankan kebenaran melalui pembelajaran mereka. Karena, bagi mereka yang dipanggil Allah untuk menjelaskan Kitab Suci bagi kita, harus mengerjakannya dengan mengerti (memiliki pengetahuan tentang Kitab Suci), dan akan memperoleh banyak dari karya mereka (pengetahuan tentang isi Kitab Suci). Tapi kita harus menerima dengan kesederhanaan apapun yang Tuhan berikan pada kita, dan bahwa Dia tidak memberikan kepada kita (pengertian atas isi Kitab Suci) tidak usah memusingkan kita, tetapi bersukacitalah dalam merenungkan betapa besar Tuhan dan Allah yang kita miliki. Karena satu kata dariNya akan memuat didalamnya ribuan misteri, sehingga pengertian kita hanyalah dangkal saja.

Bahwa kita tidak mengerti firmanNya saat tertulis dalam bahasa Latin atau Ibrani atau Yunani, ini tidak mengejutkan. Tapi juga dalam bahasa kita sendiri: betapa banyaknya hal-hal dalam mazmur-mazmur dari Raja Daud yang mulia tetap tersembunyi bagi kita walaupun telah diterjemahkan dalam bahasa kita, samasaja seperti halnya mereka tetap tertulis dalam bahasa Latin! Jadi berjagalah selalu melawan keinginanmu untuk membuang tenaga dalam hal ini (usaha untuk selalu mau mengerti isi Kitab Suci), karena bagi wanita tidak dibutuhkan lebih daripada yang cukup untuk meditasi mereka. Dengan ini, Tuhan menguatkan mereka.
Saat Yang Mulia berkehendak untuk memberikan kepada kita pengertian tentang firmanNya, kita akan mendapatkannya tanpa kekhawatiran ataupun usaha dari pihak kita. Selebihnya marilah kita merendahkan diri, dan bersukacita bahwa kita memiliki Tuhan yang semacam ini, yang firman dari mulutNya tak dapat dimengerti bahkan saat diterjemahkan dalam bahasa kita sendiri.

Diambil dari:
“Meditasi Kidung Agung, Bab 1, 1 (alinea 2) and 2” taken from “The Collected Works of St. Teresa of Avila”, Volume Two, by Fr. Kieran Kavanaugh, O.C.D and Fr. Otilio Rodriguez, O.C.D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar