Kamis, 15 Oktober 2009

Tata Perayaan Ekaristi Ritus Maronite: Qurbono (Part 4-Anafora dan Komuni)

Ritus Damai

Doksologi

Umat berdiri. Imam membuat tanda salib:
Imam: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.

Doa Damai
Imam: Allah yang kudus dan berbelas kasih, melalui Putera-Mu yang Tunggal, Engkau telah mempersiapkan perjamuan rohani ini untuk kami. Berkenanlah atas persembahan Kurban yang tak berdarah ini, dan berilah kami anugerah Roh Kudus-Mu. Jadikanlah kami layak untuk menyampaikan salam damai satu sama lain dengan hati yang murni dan cinta kasih ilahi. Kemudian kami akan memuji Engkau, Putera Tunggal-Mu, dan Roh Kudus-Mu yang menghidupkan, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.

Salam Damai
Imam mencium Altar, menempatkan tangannya di atas persembahan, dan kemudian menyampaikan damai:
Imam: Damai bagimu, ya Altar Allah yang kudus. Damai atas misteri-misteri yang ditempatkan atasmu.

Ajakan Salam Damai

Diakon: Marilah kita saling menyampaikan salam damai kepada sesama kita, dengan cinta kasih dan kesetiaan yang menyenangkan Tuhan kita.
Umat saling menyampaikan salam damai dengan tangan terkatup.

Madah Damai
Selama salam damai semua menyanyikan:
Semua: Saudara-saudari, damai, cinta kasih, dan iman dari Allah Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus. Semoga Allah, sang Damai, bersama kamu semua. Amin.

Doa Penumpangan Tangan

Imam: Kami membungkuk di hadapan-Mu, ya Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan, dan memohon kepada-Mu pandanglah kami dengan murah hati. Buatlah kami layak menghampiri Altar kudus-Mu dengan hati murni dan jiwa raga yang kudus, dan kami akan menyampaikan kemuliaan dan syukur bagi-Mu, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.

Doa Selubung

Imam: Ya Tuhan, semoga damai-Mu, kasih sejati dan rahmat kekal dan ilahi bersama kami dan tinggal di tengah kami sepanjang hidup kami, dan kami akan memuliakan Engkau dan bersyukur kepada-Mu, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.

DOA SYUKUR AGUNG

Dialog
Imam: Semoga cinta kasih Allah + Bapa, rahmat Putera-Nya yang + Tunggal, dan persatuan serta persekutuan Roh + Kudus bersamamu selamanya.
Umat: Dan bersama rohmu.
Imam: Marilah mengangkat hati, pikiran, dan kehendak kita kepada Allah.
Umat: Sudah kami angkat kepada-Mu, ya Allah.
Imam: Marilah bersyukur kepada Allah dengan takut akan Dia dan menyembah-Nya dengan kerendahan hati.
Umat: Sudah layak dan sepantasnya.

Pujian dan Syukur

Imam: Sungguh kemuliaan dan pujian layak bagi-Mu, karena Engkaulah kudus, ya Allah Bapa kami, dan Engkaulah sang pemberi hidup. Terpujilah Engkau bersama Putera-Mu yang Tunggal dan Roh Kudus-Mu yang menghidupkan. Kau dikelilingi oleh kerubim dan seraphim, yang dengan suara murni dan melodi surgawi, menyanyikan pujian dan mewartakan kemuliaan-Mu dengan bernyanyi kudus, kudus, kudus:

Umat: . Kudus, kudus, kuduslah Tuhan yang berbala tentara. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu yang besar. Hosanna di tempat tinggi. Terpujilah Dia yang telah datang dan akan datang dalam nama Tuhan. Hosanna di tempat tinggi.

Imam: .Kudus, kudus, kuduslah Engkau, ya Allah yang penuh belas kasih. Kuduslah Putera-Mu yang Tunggal Yesus Kristus, Tuhan dan Allah kami. Kuduslah Roh Kudus-Mu yang memberi hidup. Engkaulah sumber segala kekudusan dan berkat. Bagi keselamatan kami, Putera-Mu yang Tunggal mengambil daging dari Perawam Maria yang murni, Bunda Allah, dan dengan rencana keselamatan ilahi-Nya Ia menebus dan menyelamatkan kami.

Kisah Institusi

Kisah Institusi selalu dinyanyikan dalam bahasa Aram
Imam: Byow-mo how daq-dom ha-sho-dee-leh ma'-bed hy-eh
nsa-bel-lah-mo be-dow qa-dee-sho-to.
Ou-ba-rekh
ou-qa-desh
waq-so
ou-ya-bel-tal-mee-dow kad o-mar:
Sab a-khool meh-neh kul-khoon:
Ho-no den ee-tow faghro deel
dah-lo-fy-koun wah-lof sagee-yeh
meh-teq-seh ou-meh-tee-heb
lhoo-so-yo dhow-beh wal-ha-yeh dal-'o-lam 'olmeen.
[Pada hari sebelum sengsara-Nya yang menghidupkan, Yesus mengambil roti dengan tangan-Nya. Ia memberkati dan menguduskan-Nya lalu memecah-mecahkannya, memberikan-Nya kepada para murid-Nya sambil berkata: Terimalah dan makanlah, hai kamu semua, karena inilah Tubuh-Ku yang dipecahkan dan diserahkan bagimu dan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa dan kehidupan kekal.]

Umat: Amin.

Imam: Ho-kha-no 'al ko-so dam-zeegh wo
men ham-ro ou-men ma-yo
ba-rekh
ouqa-desh
ou-ya-be-tal-me-dow kad o-mar:
Sab esh-tow meh-neh kul-khoon:
Ho-no den ee-tow dmo deel
dee-ya-tee-qee hda-to
dah-lo-fy-koon wah-lof sa-gee-yeh
meh-teh-shed ou-meh-tee-heb
lhoo-so-yo dhow-beh wal-ha-yeh dal-o'-lam 'ol-meen.
[Kemudian Ia mengambil piala berisi anggur bercampur air, memberkati dan menguduskannya, lalu memberikannya kepada para murid-Nya sambil berkata: Terimalah dan minumlah, hai kamu semua, karena inilah Piala Darah-Ku, Darah Perjanjian Baru, yang ditumpahkan dan diserahkan bagimu dan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa dan kehidupan kekal.]
Umat: Amen.

Anamnesis
Imam: Setiap kali kamu makan Roti ini dan minum dari Piala ini, kamu mengenangkan Aku sampai Aku datang kembali.
Umat: Ya Tuhan, kami kenangkan wafat-Mu, kami memberi kesaksian atas kebangkitan-Mu, kami menantikan kedatangan-Mu kedua kali, kami memohon belas kasih-Mu dan pengampunan dosa kami. Semoga belas kasih-Mu turun atas kami.
Imam: Ya Allah, sang Pencinta semua manusia, kami hamba-hamba-Mu yang berdosa ini mengenangkan rencana keselamatan-Mu dan kami memohon agar Engkau berbelas kasih kepada kami. Kasihanilah mereka yang menyembah-Mu dan selamatkanlah para ahli waris-Mu saat Engkau datang di akhir zaman untuk mengganjar semua orang dengan adil menurut perbuatannya. Melalui Engkau Gereja-Mu memohon kepada Bapa-Mu dan berdoa:
Umat: Kasihanilah kami, ya Bapa yang mahakuasa, kasihanilah kami.
Imam: Ya Tuhan, kami para hamba-Mu yang berdosa dan malang ini menyadari rahmat yang telah kami terima dari-Mu dan bersyukur kepada-Mu untuk dan karena rahmat itu.
Umat: Kami memuji-Mu, mengagungkan-Mu, menyembah-Mu, kami mengaku dan memohon kepada-Mu: kasihanilah kami, ya Tuhan, dan dengarkanlah kami.

Seruan Kepada Roh Kudus (Epiklesis)

Diakon: Betapa agung saat ini, ya kekasihku. Roh Kudus akan turun dari surga dan menaungi persembahan ini, yang disiapkan untuk pengudusan kita. Marilah kita berdiri dan berdoa dan tiga kali menyerukan:
Imam: Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami. Utuslah Roh-Mu yang menghidupkan dari surga untuk menaungi persembahan ini dan menjadikannya Tubuh dan Darah pemberi hidup untuk memurnikan dan menguduskan kami.
Imam berlutut dengan kedua kaki, merentangkan tangan dan menyanyikan dalam bahasa Aram (A) atau bahasa lokal (B):

A
Imam: `A-neen mor-yo; `A-neen mor-yo; `A-neen mor-yo.
Ou-nee-teh mor roo-hokh ha-yo ou-qa-dee-sho
ou-na-gen `a-lyn ou-`al qur-bo-no-hono.
Atau:
B

Imam: Dengarkanlah kami Tuhan, dengarkanlah kami Tuhan, dengarkanlah kami Tuhan. Curahkanlah Roh-Mu yang kudus dan menghidupkan menaungi kami dan persembahan kami.

Umat: Kyrie eleison, Kyrie eleison, Kyrie eleison.
Atau
Tuhan kasihanilah kami, Tuhan kasihanilah kami, Tuhan kasihanilah kami

Imam: Berkat naungan-Nya, Roh menjadikan roti ini + Tubuh Kristus Allah kami.
Umat: Amin.
Imam: Dan menjadikan campuran dalam piala ini + Darah Kristus Allah kami.
Umat: Amin.
Imam: Semoga Misteri suci ini menjadi pengampunan dosa kami, penyembuhan jiwa dan raga kami, dan menguatkan hati nurani kami, sehingga tak satupun dari umat beriman-Mu yang akan musnah. Sebaliknya, semoga kami hidup oleh Roh-Mu, menjalani hidup yang murni, dan memuliakan-Mu, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.

Doa Syafaat
Semua duduk. Imam berdoa:

Imam: Ya Tuhan Allah, kami mempersembahkan Kurban Ilahi ini bagi Gereja-Mu, terutama bagi Bapa Suci Benediktus (nama Paus), Boutros Nasrallah Sfeir (nama Patriarkh), Patriarkh kami, dan …(nama Uskup) Uskup kami dan semua Uskup yang mengakui iman yang benar. Semoga mereka hidup tidak bercela agar dengan kemurnian dan kekudusan mereka dapat menggembalakan kawanan-Mu dan menyampaikan kepada-Mu suatu umat yang diperbarui dalam Roh dan berkenan bagi kemuliaan nama-Mu.
Umat: Tuhan kasihanilah kami.
Diakon: Ingatlah, ya Tuhan, kawanan-Mu, terutama mereka yang telah menyampaikan persembahan ini. Berilah pengampunan kepada mereka yang berkumpul di sini di hadapan-Mu, semoga kami selalu hidup tak bercela di hadirat-Mu, dan menyadari rahmat yang telah Kau curahkan atas kami. Karena Engkau baik dan berbelas kasih, dan kami berdoa kepada-Mu Tuhan.
Umat: Tuhan kasihanilah kami.
Diakon: Ingatlah, ya Tuhan, para pemimpin negara kami, yang menjaga umat-Mu, kawanan yang diselamatkan oleh nama-Mu. Dalam belas kasihan-Mu ampunilah mereka, bantulah mereka, dan utuslah malaikat-Mu untuk menjaga mereka. Supaya dalam damai, keselarasan, dan dengan penuh kepercayaan kami akan memuliakan, bersyukur dan berdoa kepada-Mu.
Umat: Tuhan kasihanilah kami.
Diakon: Ingatlah, ya Tuhan, semua orang yang berkenan kepada-Mu sejak awal mula, terutama Maria, Bunda Allah yang terberkati, para Rasul, Nabi, Martir, Pengaku Iman, Yohanes Pembaptis, Stefanus diakon pertama, Santo/a..(pelindung Paroki), santo/a…(yang dipestakan), dan semua yang seperti mereka yang dikenal karena kesempurnaan hidup mereka dan perbuatan-perbuatannya. Semoga kami diingat dalam doa-doa mereka dan menjadi layak untuk bersukacita bersama mereka dalam kerajaan-Mu dan kami berdoa kepada-Mu, ya Tuhan.
Umat: Tuhan kasihanilah kami.
Diakon: Ingatlah, ya Tuhan, akan para leluhur dan guru kami yang mengimani iman sejati dan menjaga kebenaran-Mu, dan yang telah menanggung derita karena Gereja-Mu. Biarlah kami memelihara kebenaran yang mereka imani dengan bibir kami, agar kami mengikuti jejak mereka, berjalan dalam kepolosan dan kesederhanaan dalam jalan-Mu yang adil.
Umat: Tuhan kasihanilah kami.
Diakon: Ingatlah, ya Tuhan, orang beriman yang telah meninggal dunia. Terimalah persembahan ini untuk mereka. Mereka telah menaruh kepercayaan kepada belas kasih dan pengampunan-Mu dan menantikan rahmat-Mu, berilah mereka istirahat di pangkuan Abraham, dan panggilan mereka menjadi tamu dalam kerajaan-Mu. Berilah juga kepada kami, kematian yang penuh damai, dan hapuskanlah pelanggaran kami, karena tak ada satupun di bumi yang tak berdosa kecuali Putera-Mu yang Tunggal, yang melalui Dia kami berharap, agar bersama mereka kami menerima pengampunan dosa.
Umat: Berilah mereka istirahat, ya Tuhan, dan ampunilah semua dosa dan kejatuhan kami: dosa-dosa yang kami lakukan dengan sadar dan tanpa sadar.
Imam: Bebaskanlah kami semua, ya Tuhan, dari sengatan dosa, ampunilah pelanggaran kami, dan dalam belas kasih-Mu tebuslah kami, agar nama-M yang suci dapat dimuliakan, dipuji, dan dihormati dalam kami, untuk kami, dan karena kamim dengan nama Yesus Kristus Tuhan kami, dan Roh Kudus-Mu yang menghidupkan, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Sebagaimana telah terjadi, sekarang terjadi, dan selamanya akan terjadi. Amin.

RITUS KOMUNI
Berkat

Imam: . Semoga berkat Allah + Bapa, dan Penyelamat kita Yesus Kristus dan persekutuan Roh Kudus bersamamu.
Umat: Dan bersama rohmu.
Pemecahan Roti, Penandaan, Pencelupan, Pencampuran dan Pengangkatan
Umat menyanyikan nyanyian yang cocok atau korozooto hari yang bersangkutan.


Pemecahan Roti

Imam: Kami telah percaya, dan telah mempersembahkan, dan sekarang kami memateraikan + dan memecahkan persembahan ini, Roti Surgawi, Tubuh sang Sabda, yang adalah Allah yang hidup.

Pencelupan
Imam: Kami menandai Piala Keselamatan dan Syukur ini dengan abu pemurnian yang mengalir bersama misteri surgawi dalam nama +Bapa, untuk semua yang hidup; dalam nama Putera + Tunggal-Nya untuk semua yang berasal dari-Nya, dan seperti Dia, yang hidup bagi semua yang hidup; dalam nama Roh + Kudus, yang adalah awal, akhir, dan kesempurnaan segala yang telah ada, ada, dan aka nada di surga dan bumi: Allah yang satu-tak terpisah, sejati, benar, terpuji, dan tertinggi, yang dari-Nya datang hidup abadi.

Penandaan

Imam: Darah Tuhan kita Yesus Kristus dipercikan atas Tubuh-Nya yang suci, dalam nama + Bapa, dan + Putera, dan Roh + Kudus.

Pencampuran
Imam: Ya Tuhan, Engkau telah menyatukan keilahian-Mu dengan kemanusian kami dan kemanusiaan kami dengan kehidupan ilahi-Mu dengan kefanaan kami dan kefanaan kami dengan hidup-Mu. Kau telah mengambil apa yang menjadi milik kami, dan memberikan kepada kami apa yang menjadi milik-Mu, untuk hidup dan keselamatan jiwa kami.. Bagi-Mu, ya Tuhan, kemuliaan selama-lamanya.

Pengangkatan

Umat berdiri. Imam mengangkat patena dengan Roti atas Piala dan mengangkat keduanya, sambil diam-diam berdoa:
Imam: Ya Tuhan Engkaulah persembahan yang berkenan kepada Bapa, yang telah dipersembahkan untuk kami; Engkaulah kurban penghapus salah, yang mempersembahkan diri-Mu untuk kami kepada Bapa-Mu. Engkaulah Anak Domba Kurban,dan juga Imam yang mempersembahkan diri-Mu sendiri untuk kami. Semoga doa-doa kami menjadi seperti dupa di mata-Mu seperti kami mempersembahkan-Nya melalui Engkau dan bersama Engkau kepada Bapa-Mu.

Bapa Kami
Imam: Allah yang maha pengasih dan pengampun, yang kami hormati diatas segalanya, berilah kami kemurnian dan kekudusan untuk berkata:
Imam dan umat merentangkan tangan dan berdoa:
SEMUA: Bapa kami, yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu..etc
Imam: Ya Tuhan, Pencinta segala sesuatu, jangan tinggalkan kami, jangan biarkan kami jatuh dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari si jahat dan jalannya yang menyesatkan, karena Kerajaan adalah milik-Mu, milik Putera Tunggal-Mu, dan milik Roh Kudus-Mu yang menghidupkan, sekarang dan selama-lamanya
Umat: Amin.

Ritus Tobat

Imam: Damai bersamamu.
Umat: Dan bersama rohmu.
Diakon: Tundukanlah kepalamu di hadapan Allah yang berbelas kasih, di hadapan Altar pengampunan-Nya, dan di hadapan Tubuh dan Darah Penyelamat kita, yang memberikan hidup kepada mereka yang ambil bagian dalam Dia, dan terimlahan berkat Tuhan.
Imam: Ya Tuhan, berkatilah umat-Mu yang tunduk di hadapan-Mu. Selamatkanlah kami dari segala bencana dan buatlah kami layak ambil bagian dalam Misteri Ilahi ini dengan kemurnian dan kekudusan, agar melaluinya kami diampuni dan dikuduskan. Dan kami akan memuliakan Dikau, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.
Imam: Semoga rahmat Tritunggal + Mahakudus yang kekal dan setara dalam hakekat, bersamamu saudara dan saudariku.
Umat: Dan bersama rohmu.
Diakon: Marilah kita memandang Allah dengan kagum dan hormat dan memohon kepada-Nya belas kasih dan pengampunan.

Ajakan Komuni
Imam: Yang Kudus bagi yang kudus, dengan kesempurnaan, kemurnian dan kekudusan.
Umat: Satu Bapa yang Kudus, Satu Putera Tunggal, Satu Roh Kudus. Terpujilah nama Tuhan Dialah Yang Satu di surga dan bumi. Kemuliaan bagi Allah selama-lamanya.
Imam dan umat bersiap menerima Komuni. Semua merentangkan tangan dan berdoa:
SEMUA: Jadikanlah kami ya Tuhan Allah, untuk menguduskan tubuh kami dengan Tubuh Suci-Mu dan untuk memurnikan jiwa kami dengan Darah Pengampunan-Mu. Semoga Komuni kami menjadi pengampunan dosa kami dan mendatangkan hidup abadi.

Komuni Imam

Umat menyanyikan salah satu madah ini:

Melalui Kebangkitan Kristus Imam: Melalui Kebangkitan Kristus sang Raja, dengan iman yang benar, marilah memohon pengampunan dosa bagi jiwa kita. Marilah kita semua mewartakan Putera yang menebus kita dengan salib-Nya: “Terpujilah Juruselamat: Kuduslah Engkau, Kuduslah Engkau, Kuduslah Engkau.” Semoga kenangan akan Bunda Kristus, Para Kudus, dan semua orang beriman yang telah wafat, dihormati di seluruh dunia. Alleluia!
ATAU:
Bala tentara surga berdiri bersama kita di tempat kudus. Dalam perarakan mereka membawa Tubuh dan Darah Putera Allah, yang disembelih untuk kita. Marilah kita menghampiri Dia dan menerima-Nya untuk pengampunan dosa dan kesalahan kita. Alleluia! Semoga orang tua kami, saudara dan saudari, dan guru-guru yang kami kenangkan di Altar-Mu, ya Tuhan. Dapat berdiri di sisi kanan-Mu pada hari penghakiman, ya Kristus sang Raja, Alleluia! Terpujilah Tuhan yang memberi Tubuh dan Darah-Nya yang menghidupkan agar kami menemukan pengampunan didalamnya. Pujilah dan tinggikanlah Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Kemuliaan bagi-Nya selama-lamanya. Alleluia!

Sementara umat bernyanyi imam menyantap Tubuh Tuhan dengan diam-diam berdoa:

Imam: Tubuh Tuhan kita Yesus Kristus diberikan kepadaku untuk pengampunan dosa-dosaku dan untuk hidup kekal.
Imam meminum Darah Tuhan dengan diam-diam berdoa:
Imam: Darah Tuhan kita Yesus Kristus diberikan kepadaku untuk pengampunan dosa-dosaku dan untuk hidup kekal.
Para konselebran menyambut Komuni, dengan makan dan minum sendiri.

Komuni Umat
Sebelum Komuni dibagikan Imam mengangkat Patena dan semua bernyanyi:
Tuhan kita berkata: “Akulah Roti hidup. Siapapun yang memakan Aku dengan iman memiliki hidup.”
Imam: Inilah Piala yang disiapkan Tuhan kita di salib. Datanglah kalian, yang fana, dan minumlah untuk pengampunan dosa.
Umat: Gereja mewartakan: “Datanglah, ya saudara dan saudari, ambilah Tubuh Putera, minumlah Darah-Nya dalam iman dan nyanyikanlah kemuliaan-Nya.

Ayat berikut juga dapat dinyanyikan:

Gereja mewartakan: “Kudus, kudus, kuduslah Engkau Tuhan; terpujilah Dia yang memberikan Tubuh dan Darah-Nya untuk keselamatanku.” Alleluia! Alleluia! Kemuliaan bagi Kristus, karena Dia memberikan Tubuh dan Darah-Nya yang menghidupkan untuk keselamatan kita. Semoga persembahan ini menolong kita di hari penghakiman, saat kita berdiri di hadapan Tahta Allah yang mengagumkan. Alleluia! Alleluia! Kemuliaan bagi Kristus, karena dari Piala-Nya Bunda Gereja dan putera-puterinya minum, dan menyanyikan pujian bagi-Nya.

Imam membagikan Komuni kepada para Diakon, sub-Diakon (Putera Altar) dan umat dengan mengatakan:
Imam: Tubuh dan Darah Tuhan kita Yesus Kristus diberikan kepadamu untuk pengampunan dosa dan kehidupan kekal.
Selama Komuni dinyanyikan Roti kehidupan atau Bapa Kebenaran atau madah dan mazmur yang cocok untuk Komuni. Juga dapat dinyanyikan madah tradisional Syria untuk mengenang orang yang telah meninggal:
Ya Tuhan yang berbelas kasih, terimalah persembahan ini dari para penyembah-Mu. Dalam kebaikan-Mu, berilah pengampunan bagi orang beriman yang sudah wafat. Pandanglah persembahan yang telah dipersembahkan dan jiwa yang telah ditebus. Berilah istirahat bagi jiwa yang untuknya Kurban ini dipersembahkan. Semoga persembahan ini, yang dipersembahkan oleh yang hidup untuk yang mati, memperoleh belas kasih bagi jiwa mereka dan pengampunan untuk kesalahan mereka. Semoga Tuhan, yang menghidupkan Lazarus dan anak si janda, merecikan belas kasih-Nya atas orang beriman yang telah meninggal. Ya Tuhan kami merayakan kenangan atas mereka yang untuknya Kurban ini kami persembahkan bersama Abraham, Ishak dan Yakub. Ya Raja Surgawi, terimalah persembahan hamba-Mu, dan rayakanlah kenangan mereka dalam Yerusalem surgawi-Mu. Di Yerusalem yang di atas, dan dalam Gereja di bumi juga, semoga mereka berada dalam kenangan terhormat pada Altar-Mu di surga. Ya Anak Domba Allah, ya Gembala yang mati untuk kawanan-Nya: dalam kebaikan-Mu, berilah istirahat kepada orang beriman yang telah meninggal. Jiwaku menantikan Tubuh-Mu, walaupun aku takut mendekat, karena aku gemetar karena dosa-dosaku. Dalam kebaikan-Mu Tuhan, berilah aku pengampunan. Semoga Tubuh dan Darah-Mu yang kami sambut menjadikan kami, pengantin-Mu, dan menjadikan kami dengan selamat melintas dari kegelapan kepada terang. Semoga makhluk surgawi bersukacita dan yang fana berharap, karena persembahan dari yang hidup untuk yang mati.
Pemberkatan Dengan Misteri

Sesudah Komuni Imam memberkati umat dengan Tubuh dan Darah Tuhan:

Imam: selalu memuliakan dan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena Engkau memberikan kepada kami Tubuh-Mu untuk dimakan dan Darah-Mu untuk diminum. Ya Pencinta segalanya, kasihanilah kami.
Umat: Ya Pencinta segala, kasihanilah kami.

Ucapan Syukur

Sementara imam membersihkan Patena dan Piala, umat duduk dan menyanyikan madah syukur misalnya: Ya Tuhan aku telah menyantap Tubuh-Mu, atau Mazmur 134. Dan sambil membersihkan Imam berdoa:
Imam: Kami bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan Allah, dan kami mohon agar Komuni Ilahi ini menjadi pengampunan dosa, dan kemuliaan bagi nama-Mu yang kudus, dan bagi Putera-Mu yang Tunggal, dan bagi Roh Kudus-Mu, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.

Berkat Dan Pengutusan

Imam: Damai bersamamu.
Umat: Dan bersama rohmu.
Imam menumpangkan tangan kanannya atas umat dan menyanyikan:
Imam: Ya Tuhan Penyelamat kami, Engkau telah menjadi daging dan mengurbankan diri-Mu untuk kami Engkau telah menyelamatkan kami. Tebuslah kami sekarang dari hukuman abadi, jadikan kami Bait bagi nama-Mu yang kudus, karena kami adalah umat-Mu dan ahli waris-Mu. Bagi-Mu, Kristus, dan bagi Bapa-Mu, dan bagi Roh Kudus-Mu, kemuliaan, hormat, dan kuasa, sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.
Umat berdiri dan Imam melanjutkan:
Imam: Pergilah dalam damai, saudara-saudari terkasih, dengan ditemani oleh kekuatan dan rahmat yang kalian terima dari Altar pengampunan Tuhan. Semoga berkat dari Tritunggal Mahakudus tetap bersamamu: + Bapa dan + Putera dan Roh + Kudus, Allah yang Satu, bagi-Nya lah kemuliaan sekarang dan selama-lamanya.
Umat: Amin.
Imam mencium Altar dan diam-diam berdoa:

Imam: Tinggalah dalam damai, ya Altar Allah yang kudus, aku berharap dapat kembali kepadamu dengan damai. Semoga persembahan yang kuterima darimu mengampuni dosa-dosaku dan mempersiapkan aku berdiri tak bercela di hadapan Tahta Kristus. Aku tidak tahu apakah aku akan dapat kembali kepadamu lagi untuk mempersembahkan Kurban ini. Jagalah aku, ya Tuhan, dan lindungilah Gereja Kudus-Mu, semoga ia menjadi jalan keselamatan dan cahaya dunia. Amin.
Imam dan para pelayan meninggalkan panti imam dan tempat ibadat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar