Sabtu, 11 Agustus 2007

Dari Jalan Kesempurnaan (St. Theresa Avila)

Alasan aku mendirikan Biara ini dengan peraturan yang ketat.

Ketika aku mulai mengambil langkah pertama menuju pendirian biara ini, bukanlah tujuanku bahwa dalam biara ini harus ada kemiskinan lahiriah atau bahwa rumah kita ini tidak memiliki pendapatan samasekali, bahkan aku menginginkan bahwa kita hidup tidak berkekurangan. Kenyataannya, bahwa keinginanku itu adalah keinginan yang menunjukkan betapa lemah dan tak bergunanya saya ini, bahwa saya disamping digerakkan oleh keinginan-keinginan yang baik ternyata juga telah digerakan oleh keinginan-keinginan saya untuk hidup nyaman.

Pada masa itu, saya telah mendengar berita tentang kekacauan yang terjadi di Perancis dan tentang pemberontakan orang-orang Lutheran telah terjadi dan bagaimana sekte yang mengerikan ini kemudian berkembang. Berita ini telah membuatku tertekan, dan aku berharap agar aku bisa melakukan sesuatu atau seandainya aku telah melakukan sesuatu, aku berseru kepada Tuhan dan memohon kepada-Nya bahwa aku dapat melakukan sesuatu untuk menghentikan kejahatan ini. Aku berpikir bahwa aku akan memberikan seribu nyawaku untuk dapat memenangkan kembali satu jiwa saja diantara banyak jiwa yang telah terhilang. Aku kemudian menyadari bahwa aku adalah perempuan yang tidak berguna dan tidak mampu untuk melakukan satu hal pun yang berguna yang ingin aku lakukan untuk melayani Tuhan.

Tetapi semua keinginan itu tetap tinggal dalam diriku, karena Tuhan kita masih memiliki banyak musuh dan betapa sedikit sahabat-Nya dan sahabat-sahabat-Nya ini haruslah menjadi sahabat yang baik. Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan hal kecil ini, yang ada dalam kemampuanku; yaitu, untuk mengikuti nasehat-nasehat Injil dengan sebaik-baiknya, dan bahwa sedikit orang yang tinggal di sini akan melakukan hal yang sama. Aku melakukan ini dalam kepercayaan yang besar akan kebaikan Tuhan, yang tidak pernah lalai menolong mereka yang ingin memberikan segalanya bagi Dia. Kepercayaanku ialah, bahwa jika para saudari ini melakukan sesuai dengan apa yang telah kutentukan bagi mereka, maka kesalahanku tidak akan mempunyai pengaruh di tengah begitu banyak kebaikan yang mereka lakukan; dan dengan begitu aku akan dapat menyenangkan Tuhan dalam suatu cara. Sejak semula kami semua bertekun dalam doa bagi para pembela Gereja, bagi para pengkhotbah, dan bagi para pria terpelajar yang melindungi Bunda Gereja dari segala serangan; kami berharap bahwa kami dapat cukup menolong Tuhan kami yang diperlakukan begitu buruk oleh mereka yang telah Ia perlakukan dengan begitu baik; tampaknya para pengkhianat itu ingin menyalibkan Dia lagi dan agar Dia tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya.

Oh Penebusku, hatiku tak dapat menanggung semua ini tanpa kesedihan yang amat sangat. Apa yang telah terjadi dengan orang-orang Kristen pada zaman ini? Apakah harus selalu terjadi bahwa mereka yang paling Kau kasihi justru merekalah yang paling menyakiti-Mu? Untuk mereka itulah Engkau telah melakukan karya-Mu yang agung, untuk mereka yang Kau pilih menjadi sahabat-Mu, untuk mereka-kah Engkau berjalan dan bersekutu melalui Sakramen-sakramen-Mu? Tidak kah mereka dipuaskan dengan siksaan yang telah Kau derita untuk mereka?

Tetapi Tuhanku, mereka yang pada zaman sekarang ini menarik diri dari dunia pun tidak melakukan apapun. Apa yang dapat kami harapkan dari dunia sekarang ini, yang begitu sedikit menaruh perhatian pada-Mu? Mungkinkah kami berharap untuk dapat diperlakukan sedikit lebih baik? Dapatkah kami memperlakukan lebih baik mereka yang ada dalam dunia ini agar mereka tetap mempertahankan persahabatannya dengan kami? Apa ini? Apakah sekarang ini kami mengharapkan bahwa kami, karena kebaikan Tuhan, dibebaskan dari sekte, yang bagaikan wabah serangga yang menyerang tubuh, telah membuat para pengikutnya menjadi milik iblis? Bagaimanapun, mereka telah mendapat hukumannya sendiri dengan tangan mereka dan dengan mudahnya mencapai api abadi dengan segala kesenangan mereka. Itulah yang harus mereka khawatirkan! Tetap lah, hatiku begitu hancur melihat begitu banyak jiwa terhilang. Aku tak dapat membayangkan betapa parahnya kejahatan ini- yang tak dapat diperbaiki- Aku tak mau melihat ada lagi yang terhilang setiap harinya.

O para saudariku dalam Kristus, bantulah aku memohon hal-hal ini kepada Tuhan. Untuk inilah Dia mengumpulkan kalian disini. Inilah panggilan kalian. Inilah urusan pekerjaan yang harus kalian tekuni. Hal ini harus menjadi keinginanmu, menjadi hal yang kalian tangisi, menjadi hal yang kalian mohon dalam permohonan kalian- dan ini bukan urusan duniawi, saudariku. Aku tertawa dan bahkan tertekan mengenai hal-hal yang diminta oleh orang yang datang kesini untuk kita doakan: untuk meminta dari Yang Mulia kesejahteraan dan uang- dan ini dilakukan oleh orang yang aku ingin meminta dari-Nya rahmat agar ia meletakan segala sesuatu dibawah kaki-Nya. Hal-hal ini tidak diinginkan, dan jika di akhir kita berdoa untuk permohonan-permohonan mereka ini, kita melakukan itu karena devosi mereka- biarpun aku sendiri berkeyakinan bahwa Tuhan tidak akan mendengarkan aku untuk permohonan-permohonan semacam itu. Dunia saat ini sedang terbakar, mereka ingin menghukum Kristus lagi, dan untuk itu mereka telah membangkitkan kembali ribuan saksi palsu untuk melawan Dia; mereka ingin menghancurkan Gereja-Nya- dan apakah kita akan membuang waktu untuk meminta agar Tuhan memberikan harta benda duniawi sementara satu jiwa terhilang dari surga? Tidak, saudariku, ini bukan waktu untuk berdiskusi dengan Tuhan mengenai urusan yang tidak penting seperti itu. Bagaimanapun, disini aku tidak mempertimbangkan kelemahan manusiawi yang memang terhibur dengan menerima bantuan di saat kita butuh (dan bahwa baik bagi kita untuk membantu sepanjang kita mampu). Aku sangat bergembira jika orang mengerti bahwa bukan harta benda yang harus mereka minta dari Tuhan dengan minat yang begitu besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar