Rabu, 24 Oktober 2007

Mengenal Ibadat Harian

Kata “ibadat harian” merupakan terjemahan dari liturgia horarum yang merupakan nama resmi dari serangkaian doa yang dijalankan oleh Gereja sepanjang hari. Sebelumnya kegiatan ini disebut dengan nama ofisi ilahi atau kadang dipakai istilah brevir (kependekan dari breviarium romanum) yang merupakan judul dari buku yang berisi mazmur, kidung, himne, bacaan dan doa yang digunakan untuk ofisi ilahi pada masa pra vatikan II. Nama brevir sendiri berarti rangkuman dan buku itu disebut demikian karena sudah merangkum atau memuat semua teks yang sebelumnya tersebar pada berbagai buku (Alkitab, buku nyanyian, buku doa) sesuai dengan yang dibutuhkan untuk mendoakan ibadat harian sehingga saat memudahkan pendoa yang harus berpergian karena ia tidak perlu lagi membawa banyak buku yang berat dan mahal.

Doa ini dijalankan dalam jam-jam tertentu sepanjang hari, dan dengannya Gereja menguduskan segala kegiatannya sepanjang hari dan mempersembahkannya kepada Allah. Secara tradisional jam-jam itu ialah: Officium Lectionis atau sebelumnya Nocturno (dilakukan subuh menjelang pagi ataupun malam hari, namun sekarang ini dibebaskan untuk mendoakannya pada waktu kapanpun) Laudes (pagi hari, saat matahari terbit), Terce (jam 9 pagi), Sext (jam 12 siang, tengah hari), Nona ( jam 3 siang) [ketiga jam doa siang ini sekarang disebut dengan nama Ibadat siang atau Hora media], Vesper (sore hari, saat matahari terbenam), Completorium (menjelang tidur). Sedapat mungkin hendaknya agar ibadat-ibadat ini didoakan dalam waktu tradisionalnya, namun penyesuaian dengan jadwal kegiatan sehari-hari tetaplah dimungkinkan.

Pada komunitas-komunitas biara yang menjalani hidup kontemplatif diharapkan agar pola tradisional ini tetap dijalankan, sementara bagi mereka yang diluar itu diperbolehkan untuk mengurangi jumlah jam sesuai dengan keadaan masing-masing dengan batas minimal ialah Laudes dan Vesper, yang merupakan dua ibadat utama tetap didoakan. Meskipun yang terikat kewajiban untuk mendoakan ibadat harian ini hanyalah para imam, diakon transisional (yang nantinya akan ditahbiskan imam), serta para biarawan/wati yang sudah berkaul kekal, namun sangat dianjurkan agar mereka yang tidak terikat kewajiban ini (ditempat pertama adalah para calon imam dan biarawan/wati dan selanjutnya semua umat beriman) juga entah bersama para imam atau dalam komunitas biara atau antar mereka sendiri atau sendirian saja dapat ambilbagian dalam ibadat ini. Sangat diharapkan agar dalam retret, rekoleksi, ataupun pembinaan rohani yang dijalani para awam ibadat harian diperkenalkan dan didoakan (dinyanyikan) bersama-sama terutama pada Laudes, Vesper dan Completorium. Juga dalam paroki-paroki hendaknya para imam berusaha agar umat beriman dapat ambilbagian dalam ibadat harian terutama Vesper di hari minggu dan hari-hari raya.

Gereja mewarisi kebiasaan ini dari umat Allah perjanjian lama (cf. Mzm 119:164; Dan 3: 11) dan mengembangkannya sendiri dalam tradisinya. Karena alasan itu, maka mazmur-mazmur tetap merupakan unsur utama dari ibadat ini, penambahan antifon (refrein) dan kebiasaan menutup mazmur dengan “kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus” memberikan makna kristen yang baru kepada tiap mazmur dan kidung dari perjanjian lama.

Harus diakui bahwa mengikuti ibadat ini dalam bentuk resminya tidak begitu mudah, selain bukunya agak mahal (sekitar Rp. 75.000) juga menggunakannya pun butuh sedikit latihan sebelum terbiasa. Bagi yang ingin menggunakan buku itu sangat perlu untuk membaca baik-baik petunjuk-petunjuk di halaman depannya dan juga membaca Pedoman Umum Ibadat Harian yang merupakan pedoman resmi dari Roma untuk pelaksanaan ibadat harian. Sementara untuk struktur yang disederhanakan kita bisa melihatnya di Puji Syukur no. 29 untuk ibadat pagi (hal. 25), no. 51 untuk ibadat sore (hal 51), serta no. 69 untuk ibadat penutup (hal. 73). Untuk ibadat pagi dan ibadat sore dipilih 3 mazmur setiap kali berdoa, sementara untuk ibadat penutup cukup satu mazmur saja (dan dapat menggunakan pilihan mazmur secara lebih bebas). Madah dapat diganti dengan lagu lain atau ditiadakan, sementara bacaan dapat diganti atau diperpanjang dengan perikop pilihan sendiri, biasanya bacaan untuk pagi hari digunakan dari perjanjian lama sementara untuk sore digunakan bacaan dari perjanjian baru, juga doa permohonan dan penutup dapat diganti dengan doa spontan. Kita juga bisa mendoakan ibadat harian dalam bahasa inggris secara on-line dengan membuka website http://www.universalis.com

Walaupun, mungkin, kita tidak dapat mengikuti ibadat harian dalam bentuk resmi atau yang disederhanakan ini, tetapi hendaknya kita selalu berusaha untuk menyediakan waktu doa secara teratur dalam satu hari. Selain doa resmi ini, kita juga masih mengenal devosi populer Angelus dan Regina Caeli. Harapannya ialah dengan berdoa secara teratur dalam satu hari, kita benar-benar menguduskan aktifitas kita sehari-hari dan mempersembahkannya kepada Allah dan dengan cara itu kita ambilbagian dalam perutusan Gereja menguduskan dunia dan mempersembahkannya kepada Allah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar